Bamboo Winden Park


Profil

Senin-minggu 

Pukul 10.00-17.00

Visitor Center
+628578889989
+628571111111111

7500 sudah termasuk biaya

parkir, kebersihan, keamanan dan suvenir yang terbuat dari bambu

Sejarah Bamboo Winden Park

Desa Caringin Nunggal merupakan hasil pemekaran desa pasir panjang yang berada di Kecamatan Ciracap. Proses pemekaran pada tahun 1982, sebagai Tokoh Inisiator adalah Bapak Nung Suardi. Nama Caringin Nunggal di ambil dari sebuah pohon beringin yang tumbuh dikala itu dalam bahasa sunda Caringin Nunggal. Desa Caringin Nunggal mempunyai luas wilayah 917, 75 Ha, yang terdiri dari 5 dusun dengan jumlah penduduk 4.994 jiwa. Masyarakat Desa Caringin Nunggal rata-rata bermata pencaharian sebagai buruh, petani, dan buruh tani. Desa Caringin Nunggal memiliki sedikit areal perkebunan dan lebih luas dataran tinggi diketinggian 128 M DPL (diatas permukaan laut). Bambu merupakan komunitas utama didaerah tersebut, dan dimana bambu tersebut menjadi eksportir lokal di Povinsi Jawa Barat.

Kurang lebih 25 jenis bambu dibudidayakan di daerah tersebut. Sampai Caringin Nunggal Waluran dikenal sebagai penghasil bambu terbaik di Jawa Barat. Desa Caringin Nunggal juga memiliki tempat wisata yang bernama Bamboo Winden Park. Wisata tersebut memiliki luas 3 Ha. Tempat wisata Bamboo Winden Park ini didirikan oleh Bapak Tony Sugiarto bersama rekan-rekannya.


Tujuan Berdiri

Objek wisata Bamboo Winden Park didirikan sebagai implementasi untuk memberikan edukasi dan mengubah pola pikir masyarakat yang seringkali berfikir bahwa tanaman bambu merupakan salah satu tanaman yang merugikan, karena dianggap mampu menghabiskan sumber air bersih dan berbahaya. Oleh karena itu tempat tersebut dijadikan sebagai objek wisata. Wisata tersebut jika dikembangkan bisa dijadikan sebagai tempat edukasi terhadap masyarakat atau wisatawan yang berkunjung.